Baby Naomi…

Kau hadir didunia
Tubuhmu merah
Didalam sebuah tabung
Penuh dengan alat

Kau didambakan mereka
Telah lama mereka menanti
Namun kau hadir terlalu cepat
Entah apa di balik ceritamu

Naomi namamu di berikan
Kebahagiaan dan kesedihan bercampur
Tubuh lemah ibu mu dan
kekuatan ibu mu
Ada untukmu

Kesedihan mereka bisa kurasakan
Kesedihan yang sangat dalam
Melebihi rasa sedihku dan yang lainnya

Perjuangan mu telah usai
Usia mu sangat singkat
Hati ini bertanya
Kenapa Tuhan?

Kenyataan yang tak seindah mimpi
Rahasia Tuhan terungkap sudah
Ada makna dari semua ini
Selamat jalan baby Naomi

Advertisements

Kasih…

Kasih itu penuh resiko

Kasih itu memerlukan hati

Kasih memerlukan respon yang jujur

Kasih memerlukan mati terhadap diri sendiri

 

Mendengarkan,

Mempelajari,

Melayani,

dan mati lagi

 

Beratus – ratus kali

atau sebanyak yang diperlukan

Siapkah anda untuk itu?

 

loves.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

stempel

Pernikahan Adat Batak (Final Story)

14 Juni 2013 hari yang dinantikan pun tiba. Hari pernikahan kami. Hati ini bahagia penuh dengan deg-deg an. Dari kemaren tidak bisa tidur dan selalu terbangun untuk melihat jam sudah jam berapakah sekarang. Takut terlambat bangun. Terbangun di jam 3 pagi dan tidak bisa tidur lagi. Disuruh tidur lagi dan bangun jam 6 pagi. Mata enggan terpejam lagi dan tidur seadanya. Jam 6 pagi pun aku mandi setelah itu  muka di kompres pake batu es biar fresh. Dan ini lah hasil make up ala Salon Yanti. Bagus tidak?? 😀 DSC_0277 

Dalam adat batak sebelum melaksanakan pernikahan di gereja di lakukan acara marsibuah-buahi yaitu acara pemberangkatan pengantin menuju pemberkatan pernikahan.

Acara ini dimulai dengan kedatangan pengantin pria beserta keluarga dekatnya mendatangi rumah pengantin wanita. Tepat jam 7 pagi mereka datang kerumahku. Aku pun siap-siap untuk menyambut kedatangan mereka. Diawali dengan pemberian bunga tangan dari pengantin laki-laki dan setelah itu pengantin perempuan menyematkan bunga di jas pengantiin laki-laki.

DSC_0369SONY DSC

Pihak pengantin pria membawa seekor babi yang diwakili oleh boru (perempuan) yang dipilih. Namanya situapang (anak perempuan dari keluarga pihak laki-laki). Dialah yang berhak membawa makanan tersebut. Kami pun menyambut di depan pintu rumah. Pihak perempuan menyediakan ikan mas di dalam rumahnya.

SONY DSCSONY DSC

Acara pun berlangsung dengan doa bersama dan makan bersama. Sementara pengantin berada dikamar untuk di berikan suapan makan nasi dan ikan mas. Kami di berikan nasehat oleh orang tua ku sebagai tanda pelepasan anak perempuannya menuju rumah tangga yang akan dijalaninya. Ikan mas adalah simbol berkat. Hati ini sedih bercampur bahagia.

DSC_0451SONY DSC

Sebelum menuju gereja kami pun berdoa bersama kembali kiranya acara pemberkatan di gereja berjalan dengan lancar.. Diawali dengan kaki kanan menuju keluar rumah.. Here we go.. Let’s go to the church…

DSC_0512

DSC_0531

Jam menunjukkan pukul 8.30 pagi di gereja. Sebelum acara pemberkatan kami mengadakan pencatatan sipil yang dilakukan petugas catatan sipil. Petugas itu sudah datang lama menunggu kedatangan kami. Acara pencatatan sipil ini agak tertunda karena mama nya Ksatria berserta rombongan yang ada di mobil tersebut nyasar jalannya menuju kegereja. Akhirnya tepat jam 9.00 pagi mereka sampai di gereja dengan selamat. Acara pencatatan sipil pun bisa dimulai. Dengan pembukaan doa bersama, pembacaan naskah catatan sipil, penandatanganan surat catatan sipil oleh kami, orang tua kedua belah pihak, dan wakil kedua belah pihak maka di pengetukan palu pun dilakukan sebanyak 3 kali. Sebagai tanda kami sah secara sipil. Sebagai warga negara dengan status menikah. Seteklah itu kami  berjabatan tangan dan poto bersama dengan pihak pencatatan sipil. Pencatatan sipil ini di saksikan oleh pendeta dan keluarga inti kedua belah pihak pengantin.

SONY DSCSONY DSC

SONY DSCDSC_0631

DSC_0636DSC_0632

Sebelum kami melaksanakan pemberkatan di gereja kami pun berdoa bersama.

SONY DSC

Jam 9.30 pagi pun kami memasuki gereja yang dipimpin oleh sintua sedangkan pendeta sudah masuk duluan menunggu kedatangan kami didepan altar.

SONY DSC     SONY DSC

Prosesi memasuki gereja acara pemberkatan kami di iringi dengan lagu Father, we commit to You yang dinyanyikan oleh Rendy Law. Jemaat gereja  berdiri dan menyambut kedatangan kami dengan wajah senyum bahagia dan memfoto kami. Bahagia rasanya melihat mereka yang merasakan kebahagiaan ini juga. Deg-deg an euy rasanya.

SONY DSC   SONY DSC

Acara ibadah pun berlangsung dengan diisi beberapa persembahan pujian dari keluarga ku, koor Ama Jatinegara, Koor Ina Jatinegara dan Koor Gabungan Jatinegara. Firman Tuhan bagi kami diambil dari Filipi 2:2b “Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.”

Acara pemberkatan pun tiba. Kami maju menuju altar untuk di berkati oleh Pendeta Mungkur. Kami diiringi lagu “In Moment Like This” yang dinyanyikan oleh Rendy Law. Jantung ku kembali berdegup kencang dan badanku gemetaran. Aku memegang tangan Ksatria dengan tersenyum bahagia sedangkan badan ini gemetaran. Ksatria mendekap tangan ku erat untuk mengatasi rasa gemetaran ku. Mungkin dia juga takut kalau aku tiba-tiba terjatuh karena saking gemetarannya 🙂 Berjalan ke altar suci dan menerima pemberkatan itulah kebahagiaan yang aku miliki sehingga membuat badan ini gemetaran. Aku serasa orang yang paling bahagia dan diberkati. Berdiri dihadapan tahta Tuhan dan menerima berkat Nya. Kami menjawab pertanyaan pendeta dengan jawaban “Ya, saya bersedia” dan setelah itu kami pun menerima pemberkatan suci. Hati ini menangis bahagia. Terima Kasih Tuhan atas berkat Mu.

SONY DSC      SONY DSC

SONY DSC     SONY DSC

Setelah itu kami pun menerima kata sambutan, akta pernikahan beserta Alkitab yang diberikan oleh sintua gereja. Acara foto bersama dengan pendeta. Kami pun menuruni altar untuk meminta restu kepada orang tua kami dengan diiringi lagu “Doa Seorang Anak” yang dinyayikan oleh Rendy Law. Aku menangis bahagia. Terima Kasih kuucapakan kepada mereka karena telah membimbing dan membina aku selama ini. Terima kasih atas nasehat yang diberikan sebagai bekal di rumah tangga ku ini.

SONY DSC SONY DSC

DSC_0931

DSC_0938

Acara ibadah pun usai kini kami menuju gedung Bagas Raya di Pondok Kelapa untuk menjalankan acara adat Batak. Yuksss Mariii…

Acara adat batak dimulai jam 11.30 WIB sampai jam 19.00 WIB. Lama ya kawan.. Begitulah adat batak. Walaupun sudah ada dikurangin-kurangin acaranya tetap aja lama. Untuk tamu undangan Nasonal juga di adakan di gedung ini. Acara Nasional di mulai dari jam 11.30 WIB sampai jam 13.30 WIB. Ini sebagaian foto-foto acara adat kami….

DSC_0957SONY DSCDSC_0991DSC_0992SONY DSCSONY DSCSONY DSC

DSC_1064DSC_1126DSC_1131SONY DSCSONY DSCDSC_1420DSC_1438SONY DSCSONY DSCDSC_1456DSC_1557SONY DSCSONY DSCSONY DSCSONY DSCSONY DSCDSC_1609SONY DSCDSC_1612SONY DSCSONY DSCDSC_1974SONY DSCDSC_1988SONY DSCSONY DSCSONY DSCSONY DSCSONY DSCSONY DSCSONY DSC

Hidup…

Jam dinding berdetak begitu cepatnya
Tiada lelah berputar
Tidak memberi kesempatan untuk berhenti
Menunjukkan waktu yang tak dapat di ubah

Adilkah hidupku ini?
Atau aku yang terlalu mencintai hidupku
Semangat tiada henti
Meski tubuh ini lemah tak berdaya

Musim berganti musim
Tangis dan tawa silih berganti
Terjatuh dan bangkit lagi
Terus berjalan dan berlari

Aku berserah padamu
Aku ini milik mu
Ikut Dikau saja panduku
Jadilah sesuai rencana Mu

Kenapa Menangis??

Sebenarnya cerita ini udah agak lama sich.. kira-kira dua atau tiga minggu sebelum aku akan menikah. Sepertinya hampir basi kalau ga aku tulis hehe.. (emang makanan).

Jadi gini ceritanya kawan.. Sewaktu aku sarapan pagi dengan bapakku.. Dia bercerita bahwa dia bertanya kepada bapak tua (paman) ku kenapa setiap acara ku menuju pernikahan ini dia selalu menangis. Bapakku mengira bahawa dia menangis karena merasa sedih akan anak perempuannya yang belum menikah. Dia menangis dari acara marhusip sampai acara martupol aku. Aku juga heran ujarku. Bapak tua ku berkata kepada bapakku bahwa Ony ini anak mu tetapi aku merasa dekat dengannya. Aku merasa bahagia melihat anak mu menikah. Heh?? Aku terdiam segitunya bapak tua ku itu. Jadi terharu..

Siang harinya aku diajak mamaku pergi ke suatu tempat. Mama ku janjian dengan inang tua (tante) dan sepupuku di halte bus salah satu mall di rawamangun. Kami pun berangkat menuju tujuan. Sesampai ditujuan rupanya mamaku mengajak ku untuk membeli sesuatu sebagai hadiah pernikahan ku. Sebagai kebiasaan orang tua batak akan memberikan hadiah kepada boru (putri) nya yang akan menikah. Hati ku sedih karena aku tak dapat memberi apa-apa kepadanya tapi malah dia kasih hadiah. Dia memilih barangnya dan meminta aku mencobanya. Dia suka dan tawar menawar pun dilakukan. Menawar sampai harga terendah. Dan paling ga enak aku dengar mamaku memaksakan kehendaknya padahal dia tidak sanggup membelinya. Emosi jiwa ku pun muncul, Aku dengan tegas berkata kepada mama ditoko itu “Mama, Kalau ga sanggup beli ga usah di paksain. Aku juga ga minta. Yang biasa-biasa aja juga ga papa. Aku ga mau itu.” sahutku. Inang tua (tante) ku colek-colek mama ku dan berkata “kenapa kau bilang gitu.. udah lah beli aja dengan harga segitu.” Tiba-tiba mamaku menangis dan berkata “Mama belikan ini buat kau, mama berharap kau bahagia di dalam rumah tangga mu.” O Tuhan, Hati ini menangis mendengarnya dan aku pun berkata “ga papa mama yang biasa aja aku juga suka” Orang toko akhirnya setuju dengan harga penawaran mama dan mama pun membeli barang pilihannya itu. O Tuhan, terima kasih sudah memberikan mama yang begitu baik doaku dalam hati.

Sepulang dari tempat itu sepupu ku berkata kangen sama opung doli (J. Simatupang) (kakek) maka kami pun menuju Pemakaman Menteng Pulo. Tabur kembang, siram kuburan, cuci muka, berdoa bareng pun kami lakukan. Kuburan opung sudah agak turun semennya. Teringat kebaikan dan doa opung. Teringat kata-kata opung dulu “Ony, nanti kalau kamu menikah opung bisa hadir ga ya..” Aku pun berkata “Pastilah pung.. Semua cucu-cucu opung yang menikah nanti pasti ada opung.” Sedih dan senang bila ingat opung..

Akhirnya kami pun pulang ke rumah masing-masing. Menaiki taxi yang berbeda. Terima kasih Tuhan buat hari ini…

Bunga Mimpi

Aku melihatmu… penuh kegelisahan. Ada apakah di mimpi mu itu? Tak sadarkah kau bahwa aku disampingmu. Kau membuatku tak bisa tidur. Mataku mengantuk tapi aku tak terlelap jua. Mataku tak dapat terpejam melihat kegelisahan mu. Kadang kau terduduk di tepi tempat tidur dengan sikap tertidur, kadang kau balik kanan atau kiri. Adakah yang kau pikirkan sehingga terbawa mimpi? Atau seperti inikah kau biasanya? Maukah kau berbagi denganku.

Pukul 04.00 pagi sudah dan aku belum terlelap juga. Hai, bunga mimpi bangunkan dia dengan kondisi yang baik sehingga dia dapat beraktivitas dengan baik pula. Aku tak dapat berbuat apa-apa untuk nya…

*mata sudah mengantuk dan ingin tidur….

Manusia Bodoh

Handphone BlackBerry ku berbunyi ternyata bunyi BBM (BlackBerry Messenger) ada yang kirim bbm.. oo.. rupanya Robert sang pencari cinta yang bbm.. “Mia, besok ada acara ga? kita ketemuan yuks” ujarnya.. aku membalasnya “Mia kerja.. mau kemana emang?”. “Pulang kerja bisa ga Mia? kita ketemuan di mal di daerah Jakarta Selatan boleh” bales bbm nya lagi.. “boleh aja ujarku. jam berapa ya?” bales ku. “Jam 6 sore ya.. aku tunggu disana” balesnya. “Ok dech” bales ku lagi. “Terima kasih..” balesnya.. “Sama-sama” ujarku. Pertemuan perdana esok hari.. mulai mikir ini orang seperti apa ya? baik ga ya? dan pertanyaan-pertanyaan lain yang ada di benakku. Selama ini kita cuman bbm an, cuman sekali komunikasi pada saat perkenalan aja. mmhhhh….

Hari pertemuan pun  tiba.. menyiapkan diri sebaik mungkin… berangkat dari kantor menuju mall yang sudah di janjikan.. bbm berbunyi lagi.. rupanya dari Robert sang pencari cinta “Mia, enak nya kita ketemuan dimana ya?” “Di food court aja ya.. sambil menulis salah satu food court yang diinginkan” bales ku.. “Ok dech.. aku tungggu ya” balesnya.. “sipp.. sambil memberikan simbol tanda jempol”.. Aku pun menuju food court tersebut dan mendapati dia sudah ada ditempat. Hai.. sudah lama menunggu ya?. Ngga kok Mia.. baru aja.. sambil tersenyum simpul.. kita makan yuks.. Mia mau makan apa? Mia mau makan yang ini aja sambil menunjukkan menu yang dipilih. Akhirnya kami makan dan ngobrol bersama. Aku pun diantar pulang oleh nya dengan kendaraan yang dia bawa.. Sampai di rumah berkenalan dengan orang tua ku, ngobrol sebentar dengan orang tuaku dan akhirnya Robert pun pamit pulang. Aku melihat tampaknya orang tua ku menyukainya.

Pertemuan selanjutnya pun berlanjut. Beberapa pertemuan kami lakukan dan aku mulai tertarik pada nya. Saat kau nyatakan cinta, aku bertanya: adakah sisa cinta yang lain, adakah karena sesuatu kau menyatakan cinta mu. Dan dia berujar tidak ada. Dia yakin dengan cintanya. Aku pun menerimanya dan kita pun resmi berpacaran. Bahagia ada di hatiku saat itu.

Hari pun berganti.. ucapan kata-kata manis selalu ada di bbm. Telpon berdering di pagi dan malam hari. Begitu perhatian kau kepadaku. Kau pun meminta supaya aku dijemput pulang kantor tiap hari. Tapi aku menolaknya. Aku kasihan padamu harus bercape ria bolak balik menuju rumahmu dengan jalanan Jakarta yang begitu macet. Kau ucapkan kata sayang dan cinta kepadaku. Apapun kau lakukan demi membuat ku bahagia. Aku sangat bahagia dan melihat kesungguhan mu.

Lama kelamaan aku melihat suatu kejanggalan terhadapa hubungan kita ini. Pertama kita pacaran, kau mengajak ku nonton. Di dalam bioskop kau gengam tanganku dan entah apa yang didalam pikiranmu kau melakukan sesuatu yang aku tidak bisa rasakan. Kau tidak menatapku sama sekali. Aku merasa kau merindukan cintamu yang lalu. Aku merasakan kau melakukan dengannya. Entah kenapa ku biarkan kau melakukannya terhadap ku. Berulang kali kau lakukan itu. Pernah selesai kita menonton tiba-tiba kau mencium tanganku entah apa maksudnya tanpa melihat mataku. Dan lagi aku membiarkannya.

Pernah kau menelpon ku mengucap kata kangen. Kalau kangen kenapa tidak mengajak ku bertemu. Kita sama-sama di Jakarta. Kenapa harus lewat telpon. Aku heran kenapa begitu. Dan entah lah wajah siapa yang kau pandang di tempat mu itu. Dan sekali lagi aku membiarkan itu terjadi. Lewat telpon pernah kau bujuk rayu aku dan aku pun mulai curiga wajah siapa yang kau pandang, khayalan apa yang kau lakukan.

Lama kelamaan perhatian dan telpon mu mulai berkurang bahkan jarang. Aku bertanya dalam hati ada apa sebenarnya dengan dirimu? Apa maksud semua ini? Kalau kau bosan dan tidak ingin lagi kenapa kau tidak putuskan aku? Apa kau terlalu takut untuk melakukannya? Atau apakah kau menunggu aku untuk menyatakan putus sehingga tidak ada rasa bersalah padamu?

Pernah kau memohon kepadaku untuk tidak meninggalkan mu. Pernah kau kenalkan aku dengan orang tua mu. Apakah itu tipu daya mu atau sekedarnya aja. Aku binggung dengan sikapmu yang bisa berubah sewaktu-waktu. Entah apa mau mu yang benar. Apakah ini keseriusan mu atau hanya pembalasan dendam mu terhadap mantan mu. Hati ini mulai merasa tidak nyaman.

Aku terlanjur mencintai mu karena kebaikan dan ketulusan hatimu yang aku liat di awal. Tapi ternyata aku baru menyadari ternyata itu semua ada sisa cinta yang lain. Haruskah kuputuskan kau saat ini? Haruskah ku akhiri semua ini? Karena aku baru menyadari bahwa aku manusia bodoh yang membiarkan diriku mencintai dengan tulus sedangkan kau setengah hati. Betapa aku bodoh membiarkan itu semua dan begitu bodoh baru menyadarinya.. Maafkan aku yang tidak seindah dirinya dan maafkan aku yang tidak sesuai dengan apa yang kau inginkan..

*Goresan tangan mencoba nulis cerpen. Kiranya berkenan dengan cerita ini.. 🙂

Pernikahan Adat Batak (Part II)

Suatu pernikahan tidak lepas dari biaya pernikahan. Begitu juga dengan adat batak. Biaya pernikahan yang dikeluarkan dalam adat ini besar. Mungkin suatu waktu aku akan menuliskan khusus tentang sinamot dan biaya pernikahan dengan judul “ketika sinamot dan biaya pernikahan menjadi suatu momok dalam pernikahan adat batak”. Bagaimana menurut kalian?? hehe.. Biaya pernikahan yang harus kami keluarkan pun cukup besar. Masing-masing keluarga akan mengeluarkan biaya nya masing-masing. Menurut kesepakatan bersama yaitu kedua belah pihak, yang membuat pesta adalah pihak perempuan (pihak aku), maka otomatis biaya yang dikeluarkan oleh kami untuk pesta ini akan lebih banyak dibandingkan pihak lelaki (pihak Ksatria). Selain itu biaya yang kami keluarkan bersama juga cukup besar.

Dalam proses menuju pernikahan banyak hal yang aku alamin. Emosi jiwa pun berperan. Aku yang sakit hati karena tingkah nya atau aku yang menyakiti hatinya tanpa sadar. Tidak jarang aku menangis habis komunikasi dengannya. Aku jarang bertemu dengannya di karenakan kesibukannya bekerja atau dia tidak ingin bertemu dengan ku. Berdoa dan berserah yang bisa kami lakukan untuk hubungan kami ini.

Dalam merencanakan pernikahan kami tahap selanjutnya yang harus kami lakukan bersama adalah:

3. Martupol (Tunangan) 25 Mei 2013

Acara ini diadakan di gereja.  Biasanya ini dilakukan bagi Jemaat Gereja HKBP. Bagi yang bukan jemaat HKBP mungkin akan mengadakan acara tunangan dengan caranya sendiri. Acara ini adalah pengikatan antara kami bahwa kami berjanji di hadapan Tuhan dan Jemaat nya bahwa kami akan melaksanakan pernikahan, tidak ada ikatan dengan laki-laki/perempuan lain. Penandatanganan perjanjian yang ditanda tangani oleh kami dan kedua kelaurga kami besaerta saksi-saksi. Kami diikat dengan acara tukar cincin yang menandakan bahwa kami telah bersatu.

our martupol 036our martupol 048our martupol 049our martupol 052our martupol 051our martupol 055our martupol 054our martupol 058our martupol 060our martupol 056

4. Martonggo Raja 25 Mei 2013

Acara ini diadakan setelah acara martupol. Masing-masing keluarga mengadakan acara ini. Waktu dan tempat sesuai kesepakatan masing-masing keluarga. Acara ini membicarakan tentang pelaksanaan pernikahan, ulos-ulos yang akan dibagikan, dll. Biasanya undangan dibagikan pada acara ini setelah martupol usai.

our martupol 119our martupol 120

Acara terakhir setelah ini adalah pernikahan. Dan kini kami sedang mempersiapkan pernikahan kami. Baik acara dan kesiapan mental kami. Mohon doanya ya teman-teman. Datang ya ke acaraku.

Hari/Tanggal: Jum’at/ 14 Juni 2013

Pukul : 09.00 WIB

Tempat: Gereja HKBP Jatinegara. Jl. Cipinang Elok Blok G/1, Jakarta Timur

Acara adat dan nasional: Gedung Pertemuan “Bagas Raya”. Jl. Raya Pondok Kelapa, Rt. 02/Rw. 02 Pondok Kopi. Duren Sawit

Pukul : 11.30 – 18.00 WIB

Kehadiran kalian sangat berarti dan berkesan bagi kami.. Terima Kasih..

stempel

Pernikahan Adat Batak (Part I)

Adat batak itu sangat rumit, ribet dan menghabiskan waktu yang lama. Gak ada adat batak yang satu jam aja selesai.. Walaupun sudah banyak di modifikasi tetap aja berlangsung lama. Orang batak tidak lepas dengan budaya nya walaupun mereka berada di ujung dunia sekalipun. Kadang banyak konflik tentang adat ini.

5 January 2013 Ksatria mengutarakan niatnya untuk menikah dengan ku kepada orang tuaku.. Orang tuaku menyambut dengan baik niatnya itu. Hati ini senang rasanya. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.. 🙂

Perkenalan dan pertemuan orang tua nya dan orang tua ku pun direncanakan. Inilah pertemuan-pertemuan yang harus diadakan dalam adat batak menuju pernikahan.

Dalam merencanakan pernikahan kami inilah urutan adat batak yang harus di lewati bersama:

1. Mahori-hori dinding (bisik-bisik) 19 January 2013

Acara ini diaadakan di rumah ku (pihak perempuan). Dimulai dengan acara makan siang bersama. Ini adalah acara pertemuan dua keluarga inti untuk membicarakan jalannya pesta adat, membicarakan sinamot (uang lamaran) yang akan di berikan Ksatria (pihak laki-laki) kepada aku (pihak perempuan) dan kesepakatan-kesepakatan lainnya.

my 024my 004my 008my 1

2. Marhusip (lamaran) 15 February 2013

Acara ini diadakan dirumah ku (pihak perempuan). Ksatria (Pihak laki-laki) membawa sebagian keluarga besar yang dekat dan membawa makanan ke rumah ku (pihak perempuan). Keluarga ku (pihak perempuan) mengundang sebagian keluarga dekatnya dan menjamu makanan kepada keluarga Ksatria (pihak laki-laki). Sebelum acara dimulai kita makan bersama. Perkenalan antara kedua belah pihak pun berlangsung. Namanya lamaran aku tidak dipertemukan dulu dengan keluarga Ksatria (pihak laki-laki). Dan apabila tiba saatnya diperkenalkan dengan keluarga besar Ksatria (pihak laki-laki) maka barulah aku dikeluarkan dan diperkenalkan. Kami pun dinasehati oleh masing-masing keluarga dekat kami. Setelah itu acara selesai dan kita pun berdoa bersama.

my 067my 068my 087

my 081mes

Yup inilah sebagian adat batak yang harus dilalui sebelum pernikahan kami.  Aku menuliskan secara singkat dan padat, kalau secara detail dalam setiap acara aku agak lupa urutan acara-acara nya.. hehe.. cerita akan berlanjut kawan… 😀

 

stempel

Keadaan ku

Bangun pagi terus mandi terus bantu bersih-bersih rumah biar rumahnya kinclong. Tentu saja tidak sendiri melakukannya. Itulah kerjaku selama jadi pengangguran. Menjadi pengangguran itu ga enak rasanya. Segalanya serba terbatas. Yang ada pengeluaran terus semakin menguras tabungan. Segala keperluan ini itu harus di beli. Harus mikir seribu kali ngeluarinnya. Namun keadaan apapun harus tetap bersyukur sama Tuhan.

Berusaha, doa dan harapan hanya itu yang aku punya. Segalanya Tuhan yang menentukan. Empat bulan sudah terlewati.. Jenuhhh, Stress, rasanya.. Hanya bisa menghibur diri sendiri padahal kadang suka nangis juga.. Susah aja cari kerja… huufffhhh… Harus tetap semangat dan tidak menyerah. Tiap hari selama ini itu yang jadi motivasi tapi tetap aja suka nangis. Ga gampang kawan, aku harus bisa melawan diri dan punya motivasi setiap hari.  Tetap mengirim lamaran tiap hari.

Berpikir berusaha cari penghasilan untuk nambah-nambah penghasilan, untuk nambah uang dapur nantinya. Aku mencoba dengan membuat aksesories hand made ku. Kawan-kawan kalau mau bikin aksesories dengan model yang diinginkan bisa pesen langsung kepada saya. Saya akan buatkan dan kirimkan kepada kalian. Hubungi saya di 08121399384 atau email: onie_cutegirl@yahoo.com Terima kasih..

Siang hari makan bersama bapaku. Ngobrol bersama. Dia bertanya kepadaku “kalau kalian sudah menikah boleh ga bapa nginep di rumah kalian?” Haha.. spontan aku tertawa boleh saja pa. Silahkan datang ke Ciledug” jawab ku.. Pikirku mungkin nantinya dia akan merasa rindu dengan boru nya ini.  Ga ada yang bikin makan pagi sampai malam, ga ada yang bikin kopi dan teh nya, ga ada teman berantem adu argumen, ga ada teman nonton TV. Selain ngurusin ini itu buat acara kami itulah yang aku lakukan dirumah.

Orang tua batak itu unik kawan.. Mereka bangga dengan anak laki-laki nya akan tetapi tetap saja yang mengurus mereka itu anak perempuannya. Tapi beda kasus ya kalau anak nya laki-laki semua ga ada perempuan ya yang ngurus orang tua merekalah. Jadi jangan pernah bilang kalau anak laki-laki itu ga bisa ngurus orang tua. Kebanyakan memang perempuan yang melakukannya. Aku suka dengan lagu batak judulnya “Boru Panggoaran” (Anak Perempuan yang punya nama). Lagu aku banget.. Kalau orang tua batak itu punya anak pertama pasti mereka akan disebut memakai nama anaknya pertama. Kalau mamaku di panggil mama Ony (nama kecilku) karena aku anak pertama perempuan. Maka dari itu aku disebut boru panggoaran. Dilagu itu ada liriknya seperti ini: Molo ma tua songgot au, Ho do manari hon au artinya bila aku tua kau lah yang mengurus aku.

Karena adat batak itu Partilineal maka yang punya nama laki-laki. Laki-laki pembawa marga sedangkan perempuan akan mengikuti marga suaminya. Laki-laki adalah anak raja sedangkan perempuan itu boru ini raja (anak perempuan raja). Makannya jangan macam-macam dengan boru raja karena yang akan marah nantinya sang raja. hahaha.. Tapi pada intinya anak boru itu di keluarga batak adalah penolong. Yang tampil anak laki-laki. Makannya kalau di pesta atau acara batak boru itu ada dibelakang panggung atau di dapur. Udah jadi takdir nya perempuan ya bahwa perempuan itu penolong.

 

stempel