Tuhan dan aku

Bertahan dalam ombak terombang ambing entah kemana arahnya. Pada akhirnya pertahanan itu hancur. Arus ombak menghantam tubuh ku. Ku tak berdaya lagi. 

Laut hanya memandangku. Angin berbisik bercerita tentang ku ke sekitarnya. Ikan-ikan menataplu tajam berkata bahwa aku ini si sumber masalah. Aku sudah hancur dan kini bertambah hancur. Aku sudah tak berdaya lagi.

Tuhan masihkah aku ini bisa selamat dari ini semua? bimbing aku pada rencana Mu. Hanya satu keinginanku yang tersisa, melihat alam ini cerah.

Kini aku bersujud dihadapan Mu. Memohon ampun padaMu. Kiranya Engkau memegang tanganku, berjalan dengan Mu menuju rencana Mu. Engkau lah harapanku.

Advertisements

Masa kecil ku

Sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Mmmm.. Kali ini saya ingin menuliskan kehidupan saya di masa kecil. Lagi teringat masa kecil saya dan merindukan masa-masa itu. Masa kecil kayanya ga harus mikirin yang berat-berat ya..

Saya mau tentang saya. Saya terlahir bukan dari keluarga orang kaya yang kehidupan nya mewah. Orang tua saya pun bukan berasal dari keluarga orang kaya dan terpandang. Opung-opung (kakek nenek dari Ibu dan ayah) saya pun berasal dari kampung. Saya salut dengan perjuangan hidup mereka untuk kehidupan ayah dan ibu saya. Saya belum ada apa-apa nya dibandingkan mereka.

Berdasarkan buku sejarah kehidupan saya hehe.. Waktu saya kecil saya tinggal di belakang Taman Mini. Daerahnya dulu kumuh dan belum ada listrik masih pake lampu teflon. Itu juga rumah kontrakan. Bapa saya seorang pegawai negri sedangkan ibu saya seorang Ibu rumah tangga yang kesehariannya berdagang untuk menambah pemenuhan kebutuhan hidup. Keseharian saya waktu kecil di rumah sering ditinggal-tinggal ibu saya dagang. Dulu ibu saya bikin es mambo yang dititip-titipin ke warung-warung. Ini semua untuk sesuap nasi (lebay..). 

Kalau ibu saya dagang namboru J (bukan tante kandung. Anak dari kakak  beradik kakek saya (pihak mama) ) yang menjaga saya. Dia yang banyak menjaga saya sampai mama pulang ke rumah baru dia pulang kerumah nya atau nginap di rumah mama. 

Saya termasuk anak yang biasa saja. IQ saya diatas rata-rata bukannya cerdas. Dalam pelajaran saya harus menghapal berkali-kali baru ingat. Mama saya mengajarkan tak hentinya sampai saya bisa. Berbagai nasehat diberikan agar saya dapat nilai bagus.

Ceritanya masih bersambung ya kawan..

Cukup…

Cukup sudah..
Sudah habis daya ini
Biarkan semua berlalu

Tidak ada yang harus di harapkan
Biarkan semua berlalu
Seturut kehendak kaki melangkah

Pergi, bebas kemanapun juga
Seperti burung bebas terbang melayang
Jika lelah kembali ke sarang

Tak perlu  di dengar
Hanya ingin mendengar
Karena bibir ini sudah beku
Suara ini sudah membisu

Jika kaki ku tersandung ku tak perlu takut
Ada Sang penolong
Segala sesuatu bisa ku lakukan sendiri
Seperti cerita-cerita yang lalu

Aku ini tiada guna dan selalu salah
Tapi sang kuasa membuat hati ini kesabaran yang luar biasa
Sehingga aku bisa hadapi semua ini

Kini ku sadar dari mimpi ku yang lalu
Bertanya mengapa tiada guna
Tak kunjung ku temukan jawaban nya

Lelah

Wahai angin katakan pada Tuan ku aku lelah
Sudah habis daya ku
Sudah habis asa ku

Perjalanan ini sangat melelahkan
Pabila waktuku belum usai
Tolong katakan pada Tuanku berikan aku kekuatan

Wahai ombak taukah kau bahwa amarah ku bisa lebih keras dari deburan ombakmu itu
Namun aku selalu menjaga rasa ini
Karena aku tidak hidup sendiri

Berapa lama lagi aku bisa
Bertahan dalam rasa ini
Menangis dalam hati hanya membuat ku sakit

Wahai awan andai saja ku bisa terbang
Kembali ke masa lalu
Karena penyesalan tiada guna

Wahai dunia akan kah damai itu ada?

Tuhan

Tuhan…
Hamba bersujud di hadapanmu
Mengucap syukur atas segala berkat Mu

Tuhan…
Jadikan hambamu ini
Wanita yang kuat
Menghadapi segala tantangan hidup
Menghadapi segala tipu daya iblis

Ini pilihan hidup hamba
Dan hamba harus mengahadapinya
Apapun yang terjadi di hadapan hamba
Tuntun hamba jangan lepaskan

Aku milikmu, Kau mengenalku
Tiada yang tersembunyi bagi Mu
Ampuni dosa hamba
Sehingga hamba layak dihadapan Mu
Berkati hamba sehingga hamba dapat membagi berkat Mu

Terima kasih Tuhan

Tentang ulang tahun

Kalau dulu saya selalu bercerita tentang ulang tahun kali ini cerita itu sudah selesai. Ga ada cerita istimewa lagi tentang itu semua. Bagi saya hari itu hari biasa. Menjalani seperti biasa. Terasa hambar dan sepi.

Bagi saya sekarang hari ulang tahun itu seperti hari biasa aja ga ada istimewa nya karena setiap hari kita bersyukur.

Hanya sejarah di dunia ini yang pernah tertulis bahwa saya pernah terlahir. Dan pada saat Tuhan menciptakan saya, Dia tau waktu yang tepat saya terlahir di dunia ini. Dan pada saya lahir di dunia ini semua orang bahagia menyambutnya, penuh dengan haru dan ucapan syukur terutama kedua orang tua saya. Demi acara di buat untuk menyambut kelahiran saya. Apalagi saya anak pertama yang selalu diharapkan kedua orang tua saya.

Kini perayaan itu sudah tidak ada lagi dan saya bersyukur kalau selama 33tahun ini saya bisa merayakannya. Entahlah saat ini saya milik siapa. Tapi yang pasti saya milik Tuhan.

MAAF

Dikeheningan malam ini hamba Mu ini memohon maaf
Maafkan hambamu ini yang memaksakan kehendaknya
Sungguh ku menyadarinya…

Mahkota ini milik Mu sepenuhnya
Lakukan saja kehendak Mu terhadap mahkota ini
Sungguh ku tak punya kuasa…

Tuhan, lakukan saja yang terbaik bagi Mu
Hambamu ini tiada berdaya
Sudah habis daya dan kata
Hanya keluh tersisa..
Apalah gunanya

Maafkan hambamu ini yang tidak tau membuat menjadi lebih baik

 

Hampa

Dijalan yang berliku kau berjalan
Ada asa dan angan disana
Berlari mengejar nya
Tiada henti langkahmu

Pergilah kasih
Kejar semua itu
Waktu tak menunggu
Hari semakin senja

Jangan hiraukan diriku
Aku rela sendiri
Karena ku sanggup walau ku tak mampu
Berdiri sendiri tanpamu

Biarkan saja ku melangkah sendiri
Menyusuri sepi dan hampa
Maafkan aku yang tak sempurna
Tak seindah yang kau inginkan

Sendiri

Kau acuhkan aku
Anggap aku tak ada
Kau tak peduli padaku
Kau biarkan ku sendiri

Kau sibuk dengan dirimu saja
Asyik dengan duniamu
Disiniku menantimu
Menantimu kembali

Aku mengerti susah mu
Karena itu susah ku juga
Kau bagian hidupku

Tak ada waktu untukku
Tak ada waktu untuk bersama
Seakan dunia milikmu saja
Seakan hanya kau yang berbeban berat

Aku bukanlah sempurna
Aku tak berhak menghakimi mu
Aku tak bisa merubah mu

“Cinta akan selalu ada dan hadir di dalam keluarga”

Tentang Waktu…

Apa arti kebersamaan?

Bisakah waku mengulang?

Apa yang kau cari di dunia?

Adakah penyesalan nantinya?

 

Ketika pekerjaan menjadi keharusan

Ketika kewajiban harus dipenuhi

Ketika uang dibutuhkan

Apa yang kau inginkan?

Seakan segalanya lebih penting dari kebersamaan

 

Manusia harus mencari

Manusia harus bekerja

Manusia harus berkarya

 

Bertanya pada Tuhan

Apa yang di rencanakan Nya 

Mengapa di waktu bersama harus terpisah jarak

 

Adilkah semua ini

Harus kah aku… harus kah…. 

 

“Hal yang paling penting yang bisa dihabiskan bersama keluarga itu bukan uang, melainkan waktu.”